Resah datang gelisah mengusik hari
kala cinta mengetuk hati
curahkan sejuta kasih sayang
hujani pagi penuh cinta
tenggelamkan dalam lautan rindu
Kau bagai malaikat dengan sayap putih
mengandungku selama 9 bulan
melahirkanku dengan susah payah
merawatku dengan penuh kasih sayang
membesarkanku dengan tetesan keringat
mendidikku hingga ku dewasa
Kau bagai malaikat dengan sayap putih
beri perhatian bila ku sakit
beri perhatian bila ku terjatuh
beri perhatian bila ku menangis
beri perhatian bila ku kesepian
Kau bagai malaikat dengan sayap putih
tanganmu tempat ku meminta
bahumu tempat ku bersandar
dadamu tempat ku menagis
kakimu tempat ku berpijak
Kau bagai malaikat dengan sayap putih
wajahmu penuh sinar kasih sayang
wajahmu penuh kerinduan
wajahmu penuh senyum ketulusan
wajahmu penuh kesabaran
Kau bagai malaikat dengan sayap putih
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terganti
jasamu tiada lara
jasamu terukir indah di Surga
Malaikatku
Kau cahaya dalam pagiku yang kelam
Kau tawa dalam senyumku yang kelu
Kau hangat dalam dingin malamku
Kau melodi dalam bekunya laguku
Kau hujan dalam gersang hatiku
Hanya doa kupersembahkan untukmu
atas segala jasamu
Hanya tangisku sebagai saksi
sebagai rasa terima kasihku kepadamu….Ibu
Banjarbaru, 20 Okt 2010
Fathul Jannah “_”
Selasa, 16 November 2010
Kasih ku hilang
Ku tunggu datangnya hari ini
penuh arti mengukir sejarah hidup
episode baru yang dinanti
jalani hidup bersamamu kasih
Waktu berjalan begitu cepat
yang tertinggal hanya memori
kuulang semua kisah bersamamu
mengenang kasih merajut cinta
Kini kau telah pergi tuk selamanya
meninggalkan sepenggal kisah manis
bersama sejuta mimpi dan cinta
dalam hidupmu yang singkat
Kini…
Hariku sunyi tanpa tawamu
pagiku kelam tanpa hadirmu
siangku sunyi tanpa senyummu
tidurku resah tanpa pelukmu
Kini...
kita terpisah jarak dan waktu
hapus semua mimpi dan cintaku
tuk berdua bersama selamanya
ucap ikrar cinta dalam ikatan suci
tuk reguh indah cinta abadi
Fathul Jannah “_”
Banjarbaru, 18 Oktober 2010
penuh arti mengukir sejarah hidup
episode baru yang dinanti
jalani hidup bersamamu kasih
Waktu berjalan begitu cepat
yang tertinggal hanya memori
kuulang semua kisah bersamamu
mengenang kasih merajut cinta
Kini kau telah pergi tuk selamanya
meninggalkan sepenggal kisah manis
bersama sejuta mimpi dan cinta
dalam hidupmu yang singkat
Kini…
Hariku sunyi tanpa tawamu
pagiku kelam tanpa hadirmu
siangku sunyi tanpa senyummu
tidurku resah tanpa pelukmu
Kini...
kita terpisah jarak dan waktu
hapus semua mimpi dan cintaku
tuk berdua bersama selamanya
ucap ikrar cinta dalam ikatan suci
tuk reguh indah cinta abadi
Fathul Jannah “_”
Banjarbaru, 18 Oktober 2010
MASA
Masa silam yang terpendam dalam waktu
Goresan sejarah yang tak pernah terulang
Jarak terjauh tak mungkin terlampaui
Masa kini yang terukir dalam waktu
Goresan detik, menit, hari yang dilalui
Anugrah terindah yang dimiliki
Masa depan yang terpancar dalam waktu
Goresan tinta di atas buih air
Tabir misteri kegelapan abadi
Demi masa yang terus berputar
Demi masa yang tak mungkin terganti
Demi masa silam, masa kini dan masa depan…
Fathul Jannah “_”
Banjarbaru, September 2010
Goresan sejarah yang tak pernah terulang
Jarak terjauh tak mungkin terlampaui
Masa kini yang terukir dalam waktu
Goresan detik, menit, hari yang dilalui
Anugrah terindah yang dimiliki
Masa depan yang terpancar dalam waktu
Goresan tinta di atas buih air
Tabir misteri kegelapan abadi
Demi masa yang terus berputar
Demi masa yang tak mungkin terganti
Demi masa silam, masa kini dan masa depan…
Fathul Jannah “_”
Banjarbaru, September 2010
PUISI UNTUK AYAH
Kala senja merayap di kaki langit
Alam semesta mulai bertasbih
Ku bersimpuh di tempat ini
Memanjat sejuta doa untukmu
Sosok itu telah pergi
Pergi tuk selamanya
Meninggalkan ku sendiri
Sendiri jalani hidup ini
Ayah kau telah pergi…
Namun..
Sosokmu tak tergantikan
Sosokmu slalu ku kenang
Kini…
Hanya doa yang slalu ku panjat untukmu Ayah
Semoga kau bahagia disisiNya…
Fathul Jannah “_”
Banjarbaru, September 2010
Alam semesta mulai bertasbih
Ku bersimpuh di tempat ini
Memanjat sejuta doa untukmu
Sosok itu telah pergi
Pergi tuk selamanya
Meninggalkan ku sendiri
Sendiri jalani hidup ini
Ayah kau telah pergi…
Namun..
Sosokmu tak tergantikan
Sosokmu slalu ku kenang
Kini…
Hanya doa yang slalu ku panjat untukmu Ayah
Semoga kau bahagia disisiNya…
Fathul Jannah “_”
Banjarbaru, September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)